Pentingnya Media Sosial untuk Komunitas

Saat ini hampir tidak mungkin tidak terhubung dengan media sosial di kehidupan sehari-hari. Media sosial terbukti efektif diimplementasikan dalam dunia bisnis sebagai salah satu strategi pemasaran. Akan tetapi, untuk organisasi sosial apa perlu memiliki media sosial? Baca 3 alasan ini agar tahu pentingnya memiliki dan mengelola media sosial!

1. Menyampaikan visi misi organisasi dengan mudah dan murah

Sebelum ada media sosial, cara yang mungkin bisa dipakai untuk mengiklankan organisasimu adalah melalui iklan di radio, brosur, atau bahkan iklan di televisi yang biaya produksinya sangat mahal! Kini, dengan adanya media sosial semua menjadi lebih mudah dan murah. Thanks to Facebook, Instagram, dan Twitter, 3 media sosial utama yang cukup favorit digunakan di Indonesia. Melalui foto, teks ataupun video singkat yang menampilkan kegiatan organisasi, publik yang tidak sengaja mampir ke akun organisasimu dapat langsung mengetahui apa yang organisasimu kerjakan!

Tips : Buat materi (poster/ foto/ video) yang berisi informasi tentang organisasimu, misalnya penjelasan tentang organisasi dan bagaimana cara menjadi relawan atau memberikan donasi. Materi tersebut kemudian di-posting di semua channel media sosial yang organisasi miliki.

2. Membangun dukungan dari publik

Melalui konten yang shareable di media sosial, maka akan ada lebih banyak orang yang melihat apa yang dikerjakan organisasimu dan menjadi termotivasi untuk mendukungnya. Media sosial adalah platform yang tepat untuk memperkenalkan organisasimu dan kampanye/program yang sedang berjalan. The ALS Ice Bucket Challenge adalah salah satu kampanye sosial yang viral di dunia maya. Dari atlet dunina, selebriti hingga tokoh-tokoh penting lainnya telah meramaikan feed media sosial dengan video disiram air dingin! Kampanye ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit Sklerosis Lateral Amiotrofik (ALS) dan mendorong publik untuk memberikan donasi untuk penelitian penyakit tersebut. Lebih dari 70 milyar dolar Amerika Serikat berhasil digalang untuk ALS Association, penggalangan dana ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang mendapatkan dana sebesar 2,5 milyar dolar Amerika Serikat. Terbukti dengan kampanye yang kreatif di media sosial, publik akan lebih mudah tertarik dan terlibat langsung dengan organisasimu.

Tips : Buat konten media sosial yang mengajak partisipasi publik secara online. Semakin mudah aktivitas online tersebut (misalnya hanya posting foto/video) maka akan lebih mudah menarik minat publik untuk berpartisipasi, so be creative! Gunakan pesan dan hashtag yang sama, lalu repost dan tampilkan di media sosial organisasi dalam kurun waktu tertentu untuk mencuri perhatian publik.

3. Mendorong traffic

Biasanya publik akan mengakses website organisasi untuk mengetahui lebih banyak informasi tentang isu yang diangkat organisasi dan cara untuk terlibat. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa kebanyakan dari mereka tidak selalu mengakses website, artinya publik hanya sesekali memikirkan tentang organisasimu. Jika pendukung organisasimu telah follow atau like akun media sosial maka akan lebih mungkin untuk mereka mendapatkan informasi ter-update dari organisasi. Tidak hanya untuk menjelaskan tentang visi misi dan kegiatan organisasi, media sosial juga dapat menarik calon donatur dan relawan lho! 

Tips : Jika organisasimu memiliki website/ blog/ e-newsletter, pastikan untuk menampilkan media sosial di halaman utama website/ blog/ e-newsletter. Cukup tampilkan logo yang mengarah ke masing-masing akun media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.

Nah, apa rekan organisasi sudah semangat mengelola akun media sosial? Indorelawan juga memiliki tips untuk memanfaatkan media sosial dengan maksimal lho! Baca selengkapnya di sini.